❝ Memakmurkan masjid adalah ikhtiar iman, ibadah, ilmu, dan kepedulian.QS. At-Taubah: 18
Beranda› Risalah› Hikmah / Kabar Masjid

Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremoni: Menjaga Kontinuitas Amal Saleh

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk memperbarui cinta kepada Rasulullah melalui keteladanan, shalawat, sedekah, dan amal saleh yang terus dijaga setelah acara selesai.

R
Redaksi Risalah At-Taqwa

RISALAH AT-TAQWA —Kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan hanya peristiwa sejarah yang dikenang dari tahun ke tahun. Bagi umat Islam, momentum Maulid menjadi kesempatan untuk kembali bertanya: sejauh mana kecintaan kepada Rasulullah benar-benar hadir dalam perilaku, ibadah, kepedulian sosial, dan kehidupan sehari-hari?

Karena itu, peringatan Maulid seharusnya tidak berhenti pada ramainya sebuah majelis. Ia perlu meninggalkan jejak setelah acara selesai: salat yang lebih terjaga, shalawat yang lebih rutin, sedekah yang lebih ringan dilakukan, akhlak yang lebih baik, serta kepedulian kepada sesama yang terus tumbuh.

“Dengan Maulud Kita Jaga Kontinuitas Amal Sholeh.”

Tema Tabligh Akbar Masjid At-Taqwa RW 36 tahun ini mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan sebuah momentum keagamaan bukan hanya banyaknya jamaah yang hadir, tetapi juga kebaikan yang tetap hidup setelah kegiatan selesai.

Rasulullah adalah teladan, bukan hanya sosok yang dikenang

Al-Qur'an menempatkan Rasulullah SAW sebagai teladan terbaik bagi orang-orang beriman. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 21 bahwa pada diri Rasulullah terdapat uswah hasanah bagi orang yang mengharap rahmat Allah, hari akhir, dan banyak mengingat Allah.

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah.”
QS. Al-Ahzab [33]: 21

Pesan tersebut menegaskan bahwa kecintaan kepada Nabi pada akhirnya harus bermuara pada keteladanan. Mencintai Rasulullah berarti berusaha membawa nilai-nilai kenabian ke dalam kehidupan nyata: jujur dalam bermuamalah, amanah dalam mengelola titipan, lembut kepada keluarga, peduli kepada sesama, menjaga persaudaraan, serta bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Karena itu, pertanyaan setelah menghadiri sebuah peringatan Maulid bukan hanya “Apakah kita hadir?”, tetapi juga “Apa yang berubah setelah kita hadir?”

Shalawat sebagai wujud cinta kepada Rasulullah

Salah satu amalan yang sangat erat dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW adalah memperbanyak shalawat. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
QS. Al-Ahzab [33]: 56

Shalawat bukan sekadar lantunan lisan. Ia seharusnya menjadi pengingat agar umat semakin mengenal Rasulullah, mempelajari perjalanan hidupnya, memahami ajarannya, dan berusaha meneladani akhlaknya.

Mensyukuri kelahiran Rasulullah dengan kebaikan

Dalam hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin. Beliau menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari beliau dilahirkan dan hari ketika wahyu diturunkan kepadanya.

Hadis tersebut memberikan pelajaran tentang rasa syukur atas nikmat Allah. Di tengah masyarakat Muslim Indonesia, momentum Maulid kemudian banyak diisi dengan kegiatan yang baik seperti membaca Al-Qur'an, memperbanyak shalawat, mempelajari sirah Nabi, mendengarkan nasihat agama, mempererat silaturahmi, berbagi makanan, dan bersedekah.

Namun ada satu hal yang penting untuk dijaga: semangat beribadah jangan hanya muncul ketika peringatan Maulid berlangsung.

Amal kecil yang terus dijaga

Di sinilah tema “Menjaga Kontinuitas Amal Sholeh” menjadi sangat relevan.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara terus-menerus meskipun jumlahnya sedikit. Pesan ini diriwayatkan antara lain dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.

Amal terbaik bukan hanya yang besar, tetapi yang mampu kita jaga keberlangsungannya.

Maulid karena itu dapat menjadi sebuah titik mulai, bukan titik akhir. Selepas kegiatan, kita dapat menjaga semangat tersebut melalui kebiasaan sederhana:

  • menjaga salat lima waktu dan salat berjamaah;
  • membiasakan membaca Al-Qur'an;
  • menghadiri kajian secara rutin;
  • memperbanyak shalawat;
  • menyisihkan sebagian rezeki untuk infak dan sedekah;
  • membantu tetangga dan jamaah yang membutuhkan;
  • menjaga amanah dalam keluarga dan masyarakat;
  • serta terus memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Maulid menuju masjid yang terus hidup

Bagi Masjid At-Taqwa, menjaga kontinuitas amal juga berarti membuat masjid tetap hidup setelah sebuah acara besar selesai.

Masjid At-Taqwa memiliki berbagai aktivitas yang dapat menjadi ruang bagi jamaah untuk terus belajar dan bertumbuh. Salah satunya adalah KARBASU — Kajian Ba'da Subuh, kajian rutin selepas salat Subuh dengan tema dan pemateri yang dapat berbeda setiap harinya.

Selain kegiatan ilmu, jamaah juga dapat mengikuti berbagai program dan kegiatan Masjid At-Taqwa, menjaga salat berjamaah melalui informasi jadwal salat, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pelayanan umat.

Masjid menjadi makmur bukan hanya karena bangunannya terawat. Masjid menjadi hidup ketika di dalamnya tumbuh salat, ilmu, silaturahmi, sedekah, pelayanan, kepedulian, dan amanah.

Semangat tersebut selaras dengan firman Allah SWT tentang Nabi Muhammad SAW:

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
QS. Al-Anbiya [21]: 107

Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taqwa

Sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan nilai tersebut, Masjid At-Taqwa RW 36 akan menyelenggarakan Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kajian akan menghadirkan Dr. H. Ahmad Humaedi, M.Si, Pengasuh Darud Dakwah Bandung, dengan tema:

“Dengan Maulud Kita Jaga Kontinuitas Amal Sholeh.”

Hari/Tanggal: Ahad, 13 September 2026
Waktu: Pukul 09.30 WIB sampai Dzuhur
Penutup: Salat Dzuhur berjamaah
Tempat: Masjid At-Taqwa RW 36

Jamaah dan masyarakat sekitar diajak hadir bersama keluarga. Momentum ini diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menambah ilmu dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Siapkan sedekah terbaik

Momentum berkumpulnya jamaah juga dapat menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kebiasaan berbagi. Sedekah tidak selalu ditentukan oleh besar kecilnya nominal, melainkan juga keikhlasan dan konsistensi dalam melakukannya.

Allah SWT memberikan gambaran indah mengenai orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 261.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”
QS. Al-Baqarah [2]: 261

Jamaah yang ingin ikut mendukung aktivitas dan kemakmuran masjid dapat menggunakan kanal resmi Infak & Sedekah Masjid At-Taqwa. Pengelolaan dana masjid juga dapat dipantau melalui halaman Transparansi Amanah.

Untuk zakat, infak, dan sedekah yang dikelola melalui unit pengumpul zakat, jamaah dapat melihat informasi pada halaman UPZ At-Taqwa.

Maulid selesai, amal jangan ikut selesai

Pada akhirnya, ukuran paling indah dari peringatan Maulid bukan semata-mata seberapa megah acaranya atau seberapa banyak jamaah yang hadir.

Yang jauh lebih penting adalah apa yang terjadi setelah kita pulang:

  • Apakah salat kita menjadi lebih terjaga?
  • Apakah sedekah kita semakin rutin?
  • Apakah kita semakin senang datang ke masjid?
  • Apakah hubungan dengan keluarga dan tetangga menjadi lebih baik?
  • Apakah ilmu yang kita dapat berubah menjadi tindakan?

Jika jawabannya perlahan menjadi “iya”, maka Maulid telah bergerak dari sekadar peringatan menuju perubahan nyata dalam kehidupan.

Dengan Maulud Kita Jaga Kontinuitas Amal Sholeh.

Semoga kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya hidup dalam sebuah acara, tetapi terus hadir dalam ibadah, akhlak, kepedulian, pelayanan, dan kehidupan kita sehari-hari.

Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad.

Hadiri Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW

Ahad, 13 September 2026
Pukul 09.30 WIB sampai Dzuhur
Masjid At-Taqwa RW 36

Mari hadir, ajak keluarga dan tetangga, serta siapkan sedekah terbaik.

Lihat Program & Agenda Masjid →   |   Lokasi Masjid →   |   Infak & Sedekah →

Rujukan: Al-Qur'an QS. Al-Ahzab [33]: 21 dan 56, QS. Al-Anbiya [21]: 107, QS. Al-Baqarah [2]: 261; Sahih Muslim tentang puasa hari Senin; Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim tentang keutamaan amal yang dilakukan secara konsisten.

Catatan Redaksi

Risalah At-Taqwa diterbitkan untuk pendidikan, dakwah, dan informasi jamaah. Untuk pembahasan fikih atau persoalan khusus, pembaca dianjurkan merujuk ustadz/ahli yang kompeten dan sumber primer yang relevan.

Artikel Terkait

Lanjut Membaca

Semua Risalah →